Senin, 08 Oktober 2012

SAJAK ORANG KEPANASAN

Salah satu puisi favoritku oleh WS. Rendra yang dibacakan 15 Mei 1998 di depan pimpinan DPR


Karena kami makan akar 
dan terigu menumpuk di gudangmu 
Karena kami hidup berhimpitan 
dan ruangmu berlebihan maka kami bukan sekutu 

Karena kami kucel dan kamu gemerlapan
Karena kami sumpek 
dan kamu mengunci pintu maka kami mencurigaimu

Karena kami telantar dijalan 
dan kamu memiliki semua keteduhan 
Karena kami kebanjiran 
dan kamu berpesta di kapal pesiar
maka kami tidak menyukaimu 

Karena kami dibungkam dan kamu nyerocos bicara 
Karena kami diancam dan kamu memaksakan kekuasaan
maka kami bilang : TIDAK kepadamu 

Karena kami tidak boleh memilih dan kamu bebas berencana 
Karena kami semua bersandal dan kamu bebas memakai senapan 
Karena kami harus sopan dan kamu punya penjara 
maka TIDAK dan TIDAK kepadamu 

 Karena kami arus kali dan kamu batu tanpa hati 
maka air akan mengikis batu..

Jumat, 06 Mei 2011

CERITA PANJANG KITA

25 April

Sumringah aku melihatmu muncul dari balik rak buku itu

senyummu yang renyah, seperti biasa, kulihat posturmu sedikit semakin menipis...ah, aku berharap bisa bersamamu 2 minggu ini, aku yakin tubuh itu akan segar kembali. Tapi bagaimana mungkin bertemu denganmu bagai dapat undian berhadiah Honda CRV bagiku.

"Maaf ya, aku lama" kau sentuh bahuku, (brengsek,peluk aku bedebah, hasratku meminta)

"Gak apa apa kataku, pesawatku take off 2 jam lagi" kusambut lenganmu, lekat kuremas (sumpah, aku rindu)

"Jangan pulang dong, jangan pulang sekarang, kamu nginap ya ( serasa mimpi, baru kali ini aku kamu tawari pilihan seindah ini)

"Tidak bisa, aku sudah janji pulang malam ini, kamu kan tau aku tidak suka ingkar janji"( Dan seharusnya kamu juga tau kalau aku sebenarnya sangat ingin menginap, sangat ingin...)

" Kamu gak rindu? bisikmu ( desah nafasmu membuat jantungku berdetak hebat)

"Sedikit " jawabku

"Sedikit bagaimana? Ayolah menginap ya, biar aku check-in in kamu (Hmmm, sepertinya kamu lagi banyak duit ya)

"Yeeeee, lagi banyak duit ya kamu" kugodaimu sambil curi curi kesempatan mendaratkan tanganku di wajahmu.

Kau balas dengan senyuman, aku tak tau arti senyum itu.

" yok kita kemana yok..makan bakso mau?"

"Dimana?" sambungku

"Ya di pinggir jalan dooong...biar asiiik, kamu gak mau?"

"Mau, tapi pesawatku??"

"Kamu nginap aja, yuuk, mana bukunya? katanya kamu mau milihin buku buat aku" (senangnya melihatmu menginginkanku)

"Ga ada buku yang seru, masih buku-buku lama" ( Aku seolah menguasai perihal buku baru dan lama di rak sosial dan Humaniora, hahahahaha)

"Eh lihat, ada pembatas buku keren, kita ambil yuuk, kita masukin ke buku ini"

"Huss, kamu itu tidak berubah, masih suka nyopet aja" larangku, "lagipula ntar bukunya dicek lho"

TO BE CONTINUED....

Minggu, 22 November 2009

WOMAN LIQUID

Tulisan ini hanya tulisan yang tidak luar biasa, bukan provokasi, bukan juga mau mengangkat gengsi, bukan agar wanita dikasihani, atau supaya lebih dihargai. Saya bukan feminis, atau mungkin belum jadi feminis, saya agak risih dengan sebutan itu, karena ada yang bilang berkonotasi dengan lesbi, entahlah…saya belum tau, tapi pasti akan kucari tau

Pernahkah kau rasakan, betapa cairan wanita membuatmu hidup
Cairan dari kantung mata yang tumpah saat sakit yang teramat sakit menjadi awal kehadiranmu di planet ini, cairan ini juga bisa tumpah saat seorang wanita memanjatkan doa pada Tuhan nya, untuk keberhasilan anaknya, untuk kebahagiaan putera puterinya. Cairan ini juga bisa jatuh saat hatinya sakit melihat pengkhianatan “partner” kerjanya.

Dinding rahim yang mengelupas setiap 28 hari, mengakibatkan luka pada rahim wanita, mengeluarkan cairan yang mereka sebut “cairan kotor”, aku pun tak paham kenapa dibilang kotor, cairan itu keluar dari uterus kurang lebih 3 – 6 hari, terus mengalir hingga tiba saat yang memungkinkan embrio untuk bisa tumbuh dan berkembang di sana, dan bila ada cairan pria yang mampu melalui tuba fallopi itu di sanalah awal sebuah kehidupan terjadi
Saya jadi ingat sebuah ungkapan tentang cairan yang satu ini, JANGAN PERNAH PERCAYA PADA MAHLUK YANG MENGALAMI PENDARAHAN 5 HARI DALAM SEBULAN, TAPI MASIH TETAP HIDUP. Saya juga tidak sepenuhnya mengerti maksud ungkapan ini. (Bagi yang tau ini ungkapan siapa, kalo bisa kasi tau aku ya..)

Kala tiba kalanya, masih ada cairan yang tumpah, mengiringi lahirnya buah cinta (kata mereka, aku pun tak faham kenapa mereka bilang itu buah cinta, emang ada pohon cinta???) Saya sendiri sudah mengalami tumpahnya cairan ini, luar biasa sakitnya, dan kehilangan cairan ini cukup membuat wajah menjadi seputih kertas, lemas.

Cairan lain…
Bisa jadi keluar dari ketek, mungkin membasahi leher, atau peluh yang membasahi dahi seorang wanita bekerja banting tulang untuk sekolah anaknya, beli pulsa anaknya, beli HP anaknya, bisa jadi bahkan untuk biaya entertainment suaminya (astaghfirullah…)
Masih ada cairan lain?
Ada, sebut saja cairan penunjang ….Aku tak paham namanya
Aahhh, terlau banyak yang aku tak paham

Yang ingin saya sampaikan adalah, betapa wanita punya kekuatan
Saya risih dengan predikat cengeng yang diberikan pada wanita
Saya juga risih dengan ungkapan kalau Wanita lebih menimbang dengan perasaan dari pada logika

Come on...
Jangan biarkan beberapa pihak mengambil keuntungan dari keluh kesahmu
Tunjukkan betapa berartinya dirimu
betapa banyak hal yang bisa kau lakukan, bahkan di saat terpurukmu
Dan wanita bisa berdiri tegak...dengan kepala tengadah

Senin, 16 November 2009

DO NOT GIVE UP, DO NOT GO DOWN.......

Aku ga pernah merasa ngajarin abbey lagu D' masiv... Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik...

Dassar anak angkatan cucu SBY emang cepat nangkap yah...
Susah lupa, kalo dijanjiin mau ke green hill aja, pasti ditagih terus (cenangsulup)

back to the topic, sebagaimana aku kaget abbey nyanyi lagu dance company yang papa rock n roll, maka lebih kaget lagi waktu dia nyanyi lagu d' massive tadi itu
Her voice sounds like an angel try to waking me up

bagaimana hari hari kulalui dengan sinical, sceptic, illogic

nyanyian abbey mengingatkan aku bahwa sebenarnya aku tidak sendirian walau aku merasa berada dalam sunyi

betapa sunyi hingga membuat aku harus mencari keriuhan dalam maya

maya yang bisa buat aku tertawa
maya yang bisa buat aku merasa orang terbego sedunia
maya yang benar benar ramai walau nyatanya output audionya hanya suara keyboard beradu dengan jari..

Hingga suara abbey menyadarkan aku dari mabukku dalam maya ditemani smirnoff, cointreau, black label, red label, chivas regal, jack daniel dan racikan racikannya
menyadarkan aku bahwa aku hidup dalam nyata
nyata yang menyakitkan saat kita gagal
nyata yang memilukan saat kita harus bertempur dengan ransel kehidupan menggantung di punggung yang ringkih

kala kita semestinya menang tapi ada nila setitik yang merusak sebelanga susumu
kala semua terasa jauh karena pada dasarnya aku , kamu tidak tau pasti kiblat dan tujuanmu
kemana?
Yang pasti walau tertatih, jangan berhenti

mungkin hidup ini akan garing kalo gak ada jalan mendakinya
mungkin akan semakin hampa jika hanya ada tawa tanpa air mata
tidak ada kejutan kejutan yang memacu adrenalin ngumpul di kepala
( hal ini sering membuat aku ragu tentang deskripsi surga, bila surga seperti yang 'mereka' bilang, betapa membosankannya... 'mereka pasti salah, bisa kumaklumi, karena mereka gak pake metode ilmiah)

dan saat keadaan semakin memburuk
saat deraan terasa semakin keras, dengar suara malaikat menyemangatimu
tetap berjuang walau tertatih jangan berhenti

-KL-

Selasa, 10 November 2009

one day at a time in Pasar Gaplok part I

08 November 2009

kemarin saya ada janji ketemu dengan Erna Sari Girsang, teman se almamater yang sedang melanjutkan pendidikannya di Ibukota. sedikit perbincangan via telepon cukup membuat saya tertarik untuk sedikit menilik kegiatan komunitas Erna jadi volunteer , AE.

saya memilih naik bus ke lokasi kegiatan Erna (biar lebih terasa aura Jakarta nya), dan saya harus menghadapi kenyataan bahwa ternyata lokasi nya tidak semudah yang ada di benakku untuk ditemukan, jauh dari jalan besar, berliku, lewat gang-gang sempit, ramai, kotor, berantakan, sumpek, tidak ada spesifikasi seperti ada pohon nangka, pohon beringin, atau pohon jengkol.
Satu satunya kata kunci adalah RUMAH MAMI BENCONG.... ( saya tidak yakin kalo ini layak disebut rumah)

setelah bertanya kepada sekian belas orang tentang keberadaan rumah mami bencong (yang akhirnya diketahui juga bernama mami markus) akhirnya aku ketemu dengan Erna dan antek-anteknya. Tanpa ada basa basi selain cipika-cipiki dan pernyataan kagum Erna bahwa saya tidak tersesat mengingat saya datang dari daerah pedalaman (begh..) acara langsung dimulai.
Tanpa ada konfirmasi sebelumnya, Erna langsung mengumumkan agar anak-anak asuhnya dibagi menjadi tiga kelompok, dan kelompok yang belajar bahasa inggris diajarin oleh Klara....
whuattah???

Tidak ada persiapan, baju basah karena keringatan, haus eh tiba tiba diangkat jadi Guru Bantu.
Dengan semangat para kurcaci mengelilingiku, kuawali dengan percakapan kecil dalam bahasa Inggris...Hmm lumayan cepat nangkap, untuk ukuran anak-anak yang tidak terdaftar di sekolahan formal.

Devi sempat protes waktu aku bilang starfruits adalah buah belimbing... "star itu kan bintang kak"
terus ada okta yang agak manyun, waktu saya tanya kenapa, jawabannya "saya dialingin Yani kak.."
Bah...apa pula dialingin? maklum di medan gak pernah dengar, setelah mencari dari beberapa narasumber akhirnya saya ketahui arti dialingin itu adalah ditutupin/ dihalang-halangi.
akhirnya okta saya suruh pindah lebih dekat ke papan tulis.

Tidak terasa hampir satu setengah jam mengajar mereka, satu setengah jam yang menyenangkan dikelilingi anak anak berkuku panjang hitam-hitam, warna kulit ketutupan oleh daki, aroma matahari kontras dengan parfum yang kupakai.

Kulihat wajah mereka sumringah ketika kami berhasil menciptakan 3 lembar kamus bahasa Inggris. Para kurcaci itu memohon agar lembaran kerja mereka bisa dibawa pulang, saya bilang..."bisa doong, tempel di dinding ya, pelajari setiap hari biar tidak lupa".

OOPS, wajah mereka bingung....apa salahku? mereka bilang " ga ada dinding kak"
walah....mati gaya dah aku

merasa tertohok aku, aku salah kostum datang ke sini, harusnya aku gak perlu wangi-wangi. Dan satu lagi kesalahanku adalah saat mereka hendak pulang dan menyalamku aku tidak memeluk mereka , sebagaimana kalau Abbey menyalamku aku balas memeluknya.

Aku juga salah karena tidak menyadari...rumah mereka tidak berdinding
tidak bersekat...tidak beratap

Rumah mereka bersekat impian
Rumah mereka beratap langit
dengan aroma khas Jakarta yang menyesakkan
dengan iringan deru kereta yang memekakkan

Maafkan salahku